RPP Kleas 4 tema 1 Subtema 1 Pembelajaran 1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013
KELAS IV SEMESTER 1
TEMA 1. INDAHNYA KEBERSAMAAN
SUBTEMA 1. KEBERAGAMAN BUDAYA BANGSAKU
PEMBELAJARAN 1
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Pendidikan IPS
Oleh
Vira Hanisa Salsabila (1401418167)
Muhamad Misbachul Munir (1401418184)
Nabil Fikri Adam (1401418191)
Septiani Puji Astuti (1401418195)
Rombel D
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2019
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
DAFTAR ISI ii
DAFTAR LAMPIRAN iii
JARING SUBTEMA 1
JARING PEMBELAJARAN 1 2
PENGGALAN SILABUS 3
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
A. Kompetensi Inti 11
B. Kompetensi Dasar dan Indikator 11
C. Tujuan Pembelajaran 12
D. Materi Pembelajaran 13
E. Model/Pendekatan/Metode 13
F. Media Pembelajaran 14
G. Sumber Belajar 14
H. Kegiatan Pembelajaran 14
I. Penilaian Hasil Pembelajaran 20
LAMPIRAN-LAMPIRAN 21
DAFTAR PUSTAKA 79
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Bahan Ajar 22
Lampiran 2 Media Pembelajaran 37
Lampiran 3 LKPD 45
Lampiran 4 Instrumen dan Pedoman Penilaian 54
JARING SUBTEMA 1
KEBERAGAMAN BUDAYA BANGSAKU
JARING PEMBELAJARAN 1

PENGGALAN SILABUS
Satuan Pendidikan : SDN Purwoyoso 03
Kelas/Semester : 4 (empat) / 1 (satu)
Tema/SubTema : 1. Indahnya Kebersamaan / 1. Keberagaman Budaya Bangsaku
Pembelajaran : 1 ( IPS )
Alokasi waktu : 1 hari (6 x 35 menit)
Kompetensi Inti:
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
Mupel/ Kompetensi Dasar | Nilai Karakter | Indikator | Materi Pokok | Kegiatan Pembelajaran | Penilaian | Alokasi Waktu | Sumber belajar | ||
Teknik | Jenis | bentuk | |||||||
(1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) |
IPS 3.1 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. |
| IPS 3.1.1 Mengidentifikasi keragaman budaya daerah di Indonesia. 3.1.2 Melengkapi keragaman budaya daerah di Indonesia dengan ciri khas daerah 3.1.3 Menyeleksi sikap menghargai dan tidak menghargai keragaman.
|
2. Keberagaman budaya daerah
| 4 |
Pengetahuan Tes
|
Tulis
|
Isian Singkat
|
|
|
4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang.
| 4.2.1 Mengomunikasikan keragaman budaya bangsa Indonesia secara lisan dan tulisan dengan sistematis. | Keterampilan Non Tes |
Unjuk Kerja |
Rating scale
| |||||
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan pendidikan : SDN Purwoyoso 03
Kelas / semester : IV / 1 (satu)
Tema : 1. Indahnya Kebersamaan
Sub Tema : 1. Keberagaman Budaya Bangsaku
Pembelajaran : 1
Alokasi waktu : 1 Hari (6JP x 35 menit)
A. KOMPETENSI INTI
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
B. KOMPETENSI DASAR dan INDIKATOR
Kompetensi dasar | Indikator |
IPS 3.1 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. |
3.2.1 Mengidentifikasi keragaman budaya daerah di Indonesia. 3.2.2 Melengkapi keragaman budaya daerah di Indonesia dengan ciri khas daerah 3.2.3 Menyeleksi sikap menghargai dan tidak menghargai keragaman. |
4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. | 4.2.1 Mengomunikasikan keragaman budaya bangsa Indonesia secara lisan dan tulisan dengan sistematis. |
Karakter: Santun, Peduli
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Setelah membaca teks tentang keragaman budaya, siswa mampu mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung di setiap paragraf dari teks tersebut dengan mandiri.
2. Setelah membaca teks tentang keragaman budaya, siswa mampu menentukan gagasan pokok dan gagasan pendukung di setiap paragraf dari teks tersebut dengan mandiri.
3. Setelah membaca teks tentang keragaman budaya, siswa mampu menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung di setiap paragraf dari teks tersebut dalam bentuk peta pikiran dengan teliti.
4. Setelah mengamati video tentang keragaman budaya daerah di Indonesia, siswa mampu mengidentifikasi keragaman budaya daerah di Indonesia dengan tepat.
5. Melalui membuat mind mapping keragaman budaya daerah nusantara, siswa dapat melengkapi keragaman budaya daerah di Indonesia dengan ciri khas daerah dengan tepat.
6. Setelah kegiatan menyebutkan keragaman budaya dan ciri khasnya, siswa dapat menyeleksi sikap menghargai dan tidak menghargai keragaman dengan benar.
7. Melalui membuat mind mapping keragaman budaya daerah nusantara, siswa mampu mengomunikasikan keragaman budaya bangsa Indonesia secara lisan dan tulisan dengan sistematis.
8. Setelah melakukan percobaan tentang cara menghasilkan bunyi, siswa mampu mengidentifikasi konsep bunyi dengan benar.
9. Setelah melakukan percobaan tentang cara menghasilkan bunyi, siswa mampu menjelaskan cara menghasilkan bunyi dari beragam benda di sekitar dengan lengkap.
10. Setelah melakukan percobaan tentang cara menghasilkan bunyi, siswa mampu menganalisis faktor yang mempengaruhi perbedaan bunyi dengan tepat.
11. Setelah memperhatikan instruksi dan petunjuk percobaan cara menghasilkan bunyi, siswa mampu melakukan percobaan tentang cara menghasilkan bunyi dari beragam benda di sekitar dengan sistematis.
D. MATERI PEMBELAJARAN
1. Gagasan pokok dan pendukung
2. Keberagaman budaya daerah
3. Bunyi dan cara menghasilkan bunyi
E. MODEL/ PENDEKATAN/ METODE
Model : Mind Mapping
Pendekatan : Saintifik
Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Ceramah, Penugasan
F. MEDIA PEMBELAJARAN
- Teks tentang keragaman budaya
- Video tentang keragaman budaya daerah di Indonesia
- Mind Mapping kebudayaan nusantara
- Video salah satu alat musik tradisional nusantara.
- Gambar alat musik daerah
- Video memainkan musik dengan benda disekitar
2. Alat :
- Alat tulis
- Kertas
- Spidol/pensil warna
- Benda-benda disekitar yang menghasilkan bunyi
G. SUMBER BELAJAR
1. Anggari, Angi St, dkk. 2017. “Indahnya Kebersamaan: buku guru / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. - Edisi Revisi”. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Anggari, Angi St, dkk. 2017. “Indahnya Kebersamaan: buku siswa / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. - Edisi Revisi”. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
3. Permendikbud No. 103 tahun 2014
4. Lampiran ke-2 Permendikbud No. 57 tahun 2014
5. Sumber internet yang relevan
H. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan | Deskripsi Kegiatan | Alokasi Waktu |
Pendahuluan | Pra Kegiatan 1. Pada awal pelajaran, guru memberi salam dan mengucapkan selamat datang kepada siswa. 2. Guru melakukan pengkondisian kelas dan menyiapkan siswa untuk berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran. 3. Salah satu siswa memimpin berdoa dan dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya. (membiasakan sikap religius dan nasionalis siswa). 4. Guru melakukan komunikasi tentang kehadiran siswa. 5. Sebelum memulai pembelajaran, siswa melakukan pembiasaan membaca selama 15 menit (kegiatan literasi dasar) |
|
Kegiatan Awal 6. Siswa mengamati video tentang keragaman budaya daerah di Indonesia. (mengamati) 7. Siswa bersama guru melakukan tanya jawab mengenai isi dari video yang telah ditampilkan. (menanya) 8. Siswa diajak untuk mendiskusikan pakaian adat, rumah tradisional, dan makanannya. 9. Siswa menyimak penjelasan guru, bahwa hari ini mereka akan belajar banyak tentang budaya Indonesia. 10. Guru menyampaikan tema yang akan dipelajari pada pertemuan tersebut. Tema yang digunakan adalah indahnya kebersamaan. Dengan subtema keragaman budaya bangsaku. 11. Siswa menyebutkan kebudayaan-kebudayaan Indonesia yang beragam. (menalar) 12. Siswa diajak berdiskusi tentang Keragaman Budaya Indonesia. Guru mengajukan pertanyaan pembuka tentang suku-suku yang ada di Indonesia (Sunda, Jawa, Minang, dan seterusnya). 13. Siswa menyampaikan sikap yang harus tunjukkan terhadap perbedaan. 14. Dari pendapat siswa, guru menyampaikan tujuan pembelajaran tentang pentingnya saling menghargai kebudayaan yang berbeda. | 25 menit | |
| ||
Inti | 1. Siswa membaca teks tentang keragaman budaya yang berjudul “Pawai Budaya”. (mengamati) 2. Siswa melakukan tanya jawab dengan guru mengenai topik dan isi dari teks “Pawai Budaya”. (menanya) 3. Siswa diminta mengamati susunan kalimat yang ada pada salah satu paragraf dari teks yang dibaca. (mengamati) 4. Siswa mendengarkan penjelasan dari guru mengenai gagasan pokok dan gagasan pendukung. (mengamati) 5. Siswa memperhatikan contoh cara membuat peta pikiran untuk memahami gagasan pokok dan gagasan pendukung. 6. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 siswa dalam setiap kelompok. Setiap kelompok diminta membaca teks ‘Pawai Budaya’. 7. Siswa dalam kelompok diminta berdiskusi untuk menentukan gagasan pokok dan gagasan pendukung yang ada pada paragraf. (LKPD 1) (mencoba) 8. Masing-masing kelompok mendapatkan tugas untuk menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung pada paragraf berbeda. 9. Setiap kelompok diminta untuk membacakan hasil diskusi tentang isi paragraf di depan kelompok yang lain. Siswa dari kelompok lain diminta untuk memberikan masukan. Setiap siswa diminta mencatat masukan dan komentar sebagai bahan untuk perbaikan dari hasil diskusi mereka. (mengkomunikasi) 10. Setiap kelompok saling bergantian menyampaikan hasil pekerjaannya. 11. Siswa menuliskan hasil diskusi mengenai temuan gagasan pokok dan gagasan pendukung dari paragraf-paragraf dalam teks ‘Pawai Budaya’ dalam bentuk peta pikiran. 12. Selama siswa mengerjakan peta pikiran, guru berkeliling memberikan penguatan dan memeriksa pekerjaan siswa dengan rubrik. 13. Siswa kembali diingatkan pada kegiatan di awal pembelajaran tentang keragaman suku dari teman-teman di kelas. Siswa diajak melihat animasi keragaman suku dan budaya Indonesia untuk menarik minat siswa. 14. Siswa mengamati media mind mapping yang ditunjukkan guru untuk mengenal budaya-budaya yang ada di nusantara. (lagu daerah, tarian, makanan, alat musik, dll) (mengamati) 15. Siswa melakukan tanya jawab dengan guru untuk menambah pemahaman siswa mengenai ragam kebudayaan yang ada di nusantara. (menanya) 16. Siswa diminta untuk melengkapi/menambahkan kebudayaan yang belum terdapat pada mind mapping. (menalar) 17. Siswa kembali berkelompok dan bersiap untuk mendapatkan tugas membuat mind mapping kebudayaan daerah. 18. Setiap kelompok mendapatkan tugas untuk membuat peta pikiran kebudayaan suku-suku yang ada di Indonesia. 19. Siswa bersama dengan kelompoknya menemukan informasi kebudayaan dari suku yang didapatnya. (LKPD 2) (mencoba) 20. Setelah selesai, siswa menampilkan mind mappingnya di depan kelas sambil menjelaskan kepada kelompok lain. (mengkomunikasi) 21. Siswa yang tidak presentasi memperhatikan dan menanggapi hasil pekerjaan dari kelompok yang maju. 22. Usai kegiatan presentasi kebudayaan daerah, siswa kembali ke tempat duduk masing-masing untuk mendapatkan pengarahan pada tugas berikutnya. Guru mengajukan pertanyaan terbuka: · Bagaimana sikap kalian kepada teman yang berasal dari suku yang berbeda dan memiliki agama/kepercayaan yang berbeda? · Ceritakan satu pengalaman yang berkesan bersama teman yang berasal dari suku berbeda dan memiliki agama/kepercayaan yang berbeda! 23. Beberapa siswa diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan dari guru. (menalar) 24. Siswa menyimak saat guru memberikan penguatan tentang pentingnya sikap mensyukuri keragamaan budaya, suku,dan agama dengan saling menghargai dalam keragaman serta menjadikan keragaman tersebut sebagai identitas bangsa Indonesia. 25. Siswa menjawab pertanyaan dan mengisi tabel tentang sikap saling menghargai. (mencoba) 26. Siswa akan saling berbagi jawaban tentang pengalaman melaksanakan sikap saling menghargai dan contoh sikap tidak menghargai kepada kelompok lain. (mengkomunikasi) 27. Siswa dapat mendiskusikan pengalaman yang menurut mereka menarik. 28. Guru mengajak siswa untuk kembali memperhatikan mind mapping tentang kebudayaan daerah pada bagian musik khas daerah. (mengamati) 29. Siswa mengamati video salah satu alat musik tradisional nusantara. (mengamati) 30. Siswa diajak berdiskusi tentang cara alat musik tersebut dibunyikan. (dipukul, ditiup, digoyang, dipetik, digesek, dan sebagainya). (menalar) 31. Siswa mengamati gambar macam alat musik dan menyebutkan bagaimana cara alat musik tersebut dimainkan. (mengamati) 32. Siswa menyebutkan contoh alat musik lain yang dimainkan dengan cara yang sama. (menalar) 33. Siswa mengamati cuplikan video musik dengan benda disekitar. (mengamati) 34. Siswa diajak membunyikan benda-benda yang terdapat di kelas dan sekitarnya. Siswa diingatkan untuk memilih benda-benda yang dapat menghasilkan bunyi dengan cara yang berbeda. (LKPD 3) 35. Siswa diminta mengisi tabel dan pertanyaan berdasarkan hasil eksplorasi. 36. Siswa memaparkan hasil temuannya di depan kelas. Kelompok lain memperhatikan dan menanggapi kelompok yang presentasi. 37. Siswa menyimak saat guru memberikan penguatan tentang bunyi berasal dari benda yang bergetar, sumber bunyi, dan sifat-sifat perambatan bunyi. 38. Siswa menyimpulkan kegiatan belajar bersama guru bahwa menghargai perbedaan dapat memperkuat persatuan dan kesatuan. Salah satu cara menghargai perbedaan yaitu dengan hidup rukun. 39. Siswa menyanyikan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa”. | 160 menit |
Penutup | 1. Siswa mengerjakan tugas evaluasi secara mandiri. 2. Siswa bersama guru melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah berlangsung. 3. Siswa bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran pada hari ini. 4. Siswa menyimak penjelasan guru tentang aktivitas pembelajaran pada pertemuan selanjutnya. Termasuk menyampaikan kegiatan bersama orang tua yaitu: meminta orang tua untuk menceritakan pengalamannya menghargai perbedaan di lingkungan sekitar rumah lalu menceritakan hasilnya kepada guru. 5. Siswa menyimak cerita motivasi tentang pentingnya sikap disiplin. 6. Siswa melakukan operasi semut untuk menjaga kebersihan kelas. 7. Kelas ditutup dengan doa bersama dipimpin salah seorang siswa. | 25 menit |
I. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN
1. Teknik Penilaian
a. Tes
IPS
b. Non Tes
· Penilaian Keterampilan
IPS : Mengidentifikasi keragaman budaya bangsa
Indonesia
2. Jenis Penilaian
a. Tes : Tertulis
b. Non Tes : Unjuk Kerja
3. Bentuk Penilaian
a. Tes : Pilihan Ganda
b. Nontes : Raating Scale
Semarang,
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Kelas
…………………….. Afif Faizuddaroyin, S.Pd.
LAMPIRAN
Lampiran 1 Bahan Ajar
BAHAN AJAR
Satuan Pendidikan : SDN Purwoyoso 03
Kelas / semester : IV (empat) / 1 (satu)
Tema : 1. Indahnya Kebersamaan
Sub Tema : 1. Keberagaman Budaya Bangsaku
Pembelajaran : 1 ( IPS)
Alokasi waktu : 1 Hari (6JP x 35 menit)
Kompetensi dasar | Indikator | Bahan Ajar |
IPS 3.1 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. |
3.2.1 Mengidentifikasi keragaman budaya daerah di Indonesia. 3.2.2 Melengkapi keragaman budaya daerah di Indonesia dengan ciri khas daerah 3.2.3 Menyeleksi sikap menghargai dan tidak menghargai keragaman. |
1. Keberagaman budaya daerah |
4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. | 4.2.1 Mengomunikasikan keragaman budaya bangsa Indonesia secara lisan dan tulisan dengan sistematis. |
A.
BAHAN AJAR UTAMA DAN REMIDIAL
1. Gagasan pokok dan pendukung
a. Pengertian gagasan pokok dan gagasan pendukung
Indonesia merupakan bangsa yang sangat kaya. Indonesia memiliki beragam suku dan budaya. Kita dapat menambah wawasan tentang keragaman Indonesia dengan membaca atau menyimak informasi yang dibacakan. Kita dapat membaca teks dari buku pelajaran, ensiklopedia, majalah, surat kabar, maupun artikel di internet. Selain itu, kita juga dapat menyimak berbagai cerita dari media elektronik.
Teks yang kita baca atau yang kita simak tersusun dari beberapa paragraf. Paragraf adalah beberapa kalimat yang dirangkai dan saling berhubungan membentuk suatu gagasan. Gagasan di dalam paragraf dapat kita cermati dan pelajari. Setiap bacaan biasanya terdiri atas beberapa paragraf. Setiap paragraf memiliki gagasan pokok yang didukung oleh gagasan pendukung.
1) Gagasan pokok teks
Gagasan pokok adalah ide utama yang dibahas dalam suatu bacaan, dapat berupa kalimat inti atau berupa pokok paragraf. Gagasan pokok disebut juga gagasan utama, pikiran utama atau pokok pikiran.
Gagasan pokok paragraf terletak pada kalimat pokok. Kalimat pokok bisa disebut juga kalimat utama atau kalimat inti. Kalimat pokok adalah kalimat yang memuat inti paragraf. Kalimat pokok dapat diletakkan di awal, akhir, maupun gabungan awal dan akhir paragraf. Berikut viri-ciri kalimat pokok paragraf.
· Mengandung inti masalah atau hal yang dibahas pada paragraf
· Dapat berdiri sendiri tanpa dihubungkan dengan kalimat lainnya
· Tidak membutuhkan kata hubung sebagai penghubung antar kalimat.
· Jika terletak di akhir paragraf, kalimat pokok ditandai dengan kata kunci yang menunjukkan kesimpulan. Kata kunci tersebut meliputi “sebagai kesimpulan”, “oleh karena itu”, “jadi”, “oleh sebab itu”, dan “dengan demikian”.
2) Gagasan pendukung teks
Gagasan pendukung adalah uraian atau tambahan informasi untuk gagasan pokok. Satu gagasan pokok biasanya akan diikuti oleh beberapa gagasan pendukung. Gagasan pendukung terletak pada kalimat-kalimat pendukung.
Kalimat pendukung adalah kalimat yang mendukung kalimat pokok. Berikut ciri-ciri kalimat pendukung suatu paragraf.
· Merupakan penjelasan atau rincian dari kalimat pokok
· Tidak dapat berdiri sendiri tanpa kalimat lainnya
· Terkadang membutuhkan kata hubung sebagai penghubung antar kalimat
Contoh:
Pawai Budaya sangat menarik bagi warga Kampung Babakan. Pawai ini selalu menampilkan keragaman budaya Indonesia. Udin dan teman-teman tidak pernah bosan menanti rombongan pawai lewat. Tahun ini mereka datang ke alun-alun untuk melihat pawai tersebut. Kakek Udin pun terlihat sabar menanti.
Gagasan pokok :
Pawai Budaya sangat menarik.
Kalimat pokok :
Pawai Budaya sangat menarik bagi warga Kampung Babakan.
Gagasan pendukung:
· Pawai ini selalu menampilkan keragaman budaya Indonesia.
· Udin dan teman-teman menanti rombongan pawai di alun-alun
Jadi Gagasan pokok terdapat dalam kalimat pokok dan biasanya ada di kalimat pertama setiap paragraf. Gagasan pendukung terdapat di kalimat kedua dan seterusnya setiap paragraf.
b. Menentukan gagasan teks bacaan
Ada dua cara untuk menentukan gagasan utama sebuah teks yakni:
1. Cara pertama yaitu kita temukan terlebih dahulu pokok utama atau ide utama atau gagasan utama di tiap-tiap paragraf. Kemudian dirangkum menjadi satu lalu ambilan sebuah kesimpulan. Adapun lebih mudahnya ikuti langkah-langkah sebagai berikut:
a) Baca dan cermati setiap kalimat dalam satu paragraf
b) Tentukan kalimat pokok paragraph tersebut
c) Tentukan gagasan pokok paragraph dengan menjawab pertanyaan “apa yang sedang dibahas?”
d) Kemudian tentukan gagasan pendukung dari kalimat pendukung dalam setiap paragraph
e) Ulangi langkah-langkah sebelumnya pada paragraph yang lain hingga gagasan pokok dan pendukung tiap paragraph ditemukan
f) Kemudian dari gagasan pokok semua paragraph disimpulkan untuk mengerti pokok dari teks yang dibaca.
2. Cara kedua yaitu kita membaca dan memahami semua paragraf dengan cermat lalu mengambil kesimpulan.
Cara kedua biasanya lebih kita sukai karena tidak butuh waktu yang lama untuk melakukannya terutama bagi kita yang sudah terbiasa membaca artikel. Akan tetapi untuk bisa lebih akurat, hendaknya kita menggunakan cara yang pertama namun akan memakan waktu yang lebih lama.
Jika masih merasa sulit dalam menemukan gagasan pokok suatu teks bacaan, dapat pula menggunakan media peta pikiran. Dengan menggunakan peta pikiran ini gambaran isi teks akan terlihat lebih jelas. Sehingga mempermudah dalam menemukan pokok pikiran dari teks yang dibaca.
c. Membuat peta pikiran
Peta pikiran adalah sebuah peta yang menggambarkan rangkaian gagasan. Peta pikiran bermanfaat untuk mengembangkan atau menemukan gagasan/informasi. Peta pikiran dapat dibuat berdasarkan teks yang dibaca atau informasi yang diperoleh. Untuk menemukan gagasan pokok dari suatu teks lakukan langkah berikut:
1) Biasanya satu paragraf tersusun dari beberapa kalimat. Tulislah masing-masing kalimat pada lembar terpisah.
2) Kemudian amatilah keterkaitan antar kalimat tersebut
3) Dari melihat keterkaitan tersebut kamu dapat menentukan kalimat pokok dari paragraph tersebut
4) Dan akhirnya kamu dapat menentukan gagasan pokok dari paragraph yang kamu baca.
5) Ulangi langkah tersebut untuk paragraph lain. Karena suatu teks biasanya terdiri dari beberapa paragraph.
6) Setelah menemukan seluruh gagasan utamanya, untuk menemukan gagasan pokok teks keseluruhan, lakukan hal yang sama seperti ketika menemukan gagasan tiap paragraph
7) Jika sebelumnya menggunakan kalimat penyusun paragraph, untuk menemukan gagasan utama teks dapat melihat dari keterkaitan gagasan utama dari masing masing paragraph.
2. Keberagaman budaya daerah
Kita harus bangga menjadi anak Indonesia. Indonesia memiliki keragaman sosial dan budaya yang tak ternilai harganya. Keragaman social dan budaya meliputi keragaman suku, agama, serta budaya. Keragaman tersebut dapat digunakan sebagai perekat bangsa. Bahkan, keragaman tersebut dapat menjadi kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
a. Keanekaragaman suku bangsa di Indonesia
Negara Indonesia kaya akan keanekaragaman budaya daerah. Kebudayaan masing-masing daerah mempunyai ciri khas yang membedakan daerah satu dengan yang lainnya. Perbedaan budaya dapat Memperkaya kebudayaan nasional. Dengan mempelajari kebudayaan daerah, persatuan dan kesatuan bangsa dapat diperkokoh.
Keanekaragaman budaya daerah yang kita miliki hendaknya dijadikan sumber kemajuan bangsa. Hal itu sesuai dengan semboyan Negara kita “Bhinneka Tunggal Ika”.
Budaya atau kebudayaan merupakan hasil kegiatan dan penciptaan akal budi manusia yang berhubungan erat dengan alam sekitarnya dan dipergunakan untuk ketenangan hidup. Keadaan alam dan masyarakat sangat berpengaruh terhadap kebudayaan setempat. Itulah sebabnya lahir keanekaragaman budaya di negara kita.
Selain budaya asli Indonesia, ada pula budaya asing, yaitu kebudayaan yang berasal dari negara lain. Masuknya budaya asing, baik melalui pergaulan ataupun perkembangan teknologi, harus kita, pelajari secara cermat. Tujuannya supaya kita dapat mengambil hal-hal yang baik dari budaya asing itu. Di samping itu, budaya asing harus disesuaikan dengan kepribadian bangsa serta nilai-nilai luhur Pancasila.
Keragaman budaya di Indonesia tercermin dari berbagai bahasa daerah, kesenian (termasuk tarian, lagu daerah, alat musik), makanan khas, dan lainnya. Agar pemahamanmu tentang keanekaragaman budaya lebih mendalam, mari kita bahas bersama.
1) Bahasa Daerah
Setiap suku bangsa memiliki kebiasaan hidup yang menjadi cirri khas masing-masing. Di antaranya adalah bahasa mereka yang berasal dari satu suku, biasa menggunakan bahasa daerah dalam bergaul.
Di Indonesia terdapat lebih kurang 660 bahasa daerah yang digunakan oleh penduduknya. Beberapa di antaranya dalam bahasa Sunda, bahasa Batak, bahasa Madura, bahasa Banjar, bahasa Betawi, bahasa Bali, dan lain sebagainya. Sementara bahasa persatuan yang dipergunakan oleh seluruh warga negara Indonesia, yaitu bahasa Indonesia.
2) Rumah Adat
Pernahkah kamu berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta? TMII merupakan gambaran kecil Indonesia secara keseluruhan. Apa yang dapat kamu lihat di sana? Di TMII, kamu dapat melihat anjungan (bangunan) rumah adat dari berbagai pelosok tanah air.
3) Pakaian Adat
Tiap-tiap daerah memiliki pakaian daerah atau pakaian adat yang khas dengan nama tertentu. Jas tutup dan destar dari D.K.I Jakarta (Betawi) dan Jawa Barat; baju beskap dan blangkon dari Jawa Tengah; baju surjan dan blangkon dari D.I Yogyakarta; jas tutup dan blangkon dari Jawa Timur; baju teluk belanga dan destar dari Riau; ulos dan sabe-sabe (tutup kepala) dari Sumatra Utara; baju rompi dan destar dari Kalimantan Selatan, dan sebagainya.
4) Senjata Tradisional
Pada umumnya, setiap pakaian daerah dilengkapi dengan senjata tradisional. Misalnya, golok (parang) dari D.K.I. Jakarta, kujang (Jawa Barat), keris (Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta), clurit (Jawa Timur), piso surit (Sumatra Utara), rencong (Nanggroe Aceh Darussalam), mandau (Kalimantan Barat), badik (Sulawesi Selatan), jenawi (Riau,) tisula (Sumatra Selatan), karih (Sumatra Barat) dan lain sebagainya.
5) Kesenian Daerah
Salah satu ciri dari keanekaragaman budaya adalah kesenian daerah yang berbeda, misalnya wayang kulit dan gamelan dari suku Jawa; wayang golek dari suku Sunda. Kesenian daerah, yaitu segala jenis karya seni yang khas dari daerah. Kesenian dapat berupa seni tari, lagu daerah, alat musik, seni suara dan berbagai bentuk kesenian lainnya.
Kita telah membahas tentang kesenian daerah, meliputi tarian dan lagu daerah. Hal yang tidak terpisahkan dari keduanya adalah alat musik.
Alat musik trasional di Indonesia terbuat dan beberapa bahan, seperti kulit binatang, bambu, kayu, logam dan lain-lain. Cara memainkannya juga beragam, ada yang ditiup, digesek, di tabuh, dan digoyang.
6) Makanan Daerah
Pada umumnya orang yang berwisata ke daerah lain, selain menyempatkan untuk mencicipi juga membawa oleh-oleh makanan khas daerah itu. Misalnya, peuyeum atau tapai (Bandung), Gado-godo (Jakarta), gudeg dan bakpia (D.I. Yogyakarta), empek-empek (Palembang), rendang (Padang), rujak cingur (Surabaya), wingko (Semarang), dan sebagainya.
Selain bentuk-bentuk budaya yang disebutkan di atas, ada pula bentuk budaya berupa kepercayaan masyarakat. Kepercayaan itu adalah suatu bentuk keyakinan yang dipercayai keberadaannya. Kepercayaan itu berada di luar keyakinan terhadap agama. Misalnya, kepercayaan petani bahwa kegagalan panen dan timbulnya hama penyakit adalah ulah makhluk halus. Kepercayaan masyarakat itu erat hubungannya dengan alam sekelilingnya.
Kebudayaan yang berasal dari suku-suku bangsa di Indonesia disebut kebudayaan daerah. Setiap kebudayaan daerah memiliki ciri tersendiri yang berbeda antara satu dengan lainnya.
Meskipun demikian, kita masih dapat mengenal ciri-ciri kebudayaan, baik daerah maupun nasional yang ada di Indonesia.
Beberapa ciri kebudayaan daerah adalah sebagai berikut:
· sifatnya kedaerahan;
· adanya bahasa, seni, rumah, pakaian, atau senjata yang khas;
· memiliki adat kebiasaan;
· adanya peninggalan sejarah;
· adanya unsur kepercayaan (di luar agama).
Beberapa ciri-ciri kebudayaan nasional adalah sebagai berikut.
· mencerminkan nilai luhur dan kepribadian bangsa;
· kebudayaan daerah yang diakui secara nasional;
· adanya unsur-unsur pemersatu bangsa;
· menjadi kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia.
b. Sikap menghargai dan tidak menghargai keragaman
Keragaman di Indonesia merupakan anugerah Tuhan yang patut kita syukuri. Sebagai warga negara yang baik, kita wajib menghargai keragaman tersebut. Kita juga harus menghindari sikap tidak menghargai keragaman. Agar lebih jelas, kita perhatikan table berikut.
Sikap menghargai keragaman | Sikap tidak menghargai keragaman |
Mempelajari budaya daerah lain | Abai terhadap budaya daerah lain |
Bermain bersama dengan teman yang berlainan suku bangsa | Bermain hanya dengan teman yang satu suku bangsa |
Menganggap semua suku baik | Menganggap suku sendiri paling baik |
Menghormati suku, budaya dan adat istiadat lain | Meremehkan dan menghina suku, budaya, serta adat istiadat lain |
Bekerjasama dengan teman yang berlainan suku bangsa | Bekerjasama hanya dengan teman yang satu suku bangsa |
Saling menghargai pendapat walaupun memiliki budaya berbeda | Tidak menghargai pendapat teman yang berbeda budaya |
3. Bunyi dan cara menghasilkan bunyi
Bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar. Getaran udara menimbulkan gelombang bunyi yang merambat sehingga dapat ditangkap oleh telinga. Semua getaran benda yang dapat menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi.
a. Cara menghasilkan bunyi
Setiap sumber bunyi dapat menimbulkan bunyi yang beragam. Perbedaan cara memainkan alat musik akan menghasilkan bunyi yang berbeda pula. Berikut ini adalah berbagai cara menghasilkan bunyi dari alat music dan benda yang biasa kita temui di sekitar kita
1) Menggunakan alat musik tradisional

2) Menggunakan benda di sekitar
Ada banyak sumber bunyi lain yang bisa ditemukan disekitar kita. Misalnya, menggunakan benda-benda disekitar sebagai sumber bunyi.
b. Faktor yang mempengaruhi perbedaan bunyi
Getaran bunyi merambat ke segala arah sebagai gelombang. Makin jauh dari sumber bunyi, bunyi terdengar makin lemah. Kuat lemahnya bunyi ditentukan oleh amplitudo, dan tinggi rendah nada bunyi ditentukan oleh frekuensi.
1) Amplitudo
Amplitudo adalah simpangan terjauh dari kedudukan kesetimbangan. Kedudukan kesetimbangan adalah kedudukan benda pada saat tidak bergetar. Agar semakin jelas, perhatikan gambar senar gitar yang sedang di petik berikut.
Posisi A dan C merupakan simpangan terbesar yang dapat dicapai ketika senar bergetar. Jika dipetik dengan kuat maka karak A dan C semakin besar sehingga amplitudonya besar. Amplitudo besar menghasilkan bunyi yang kuat. Begitu pula sebaliknya jika senar gitar dipetik dengan lemah maka akan menghasilkan bunyi yang pelan juga.
2) Frekuensi
Frekuensi adalah banyak getaran yang terjadi dalam satu detik. Satu getaran per detik disebut satu hertz (Hz). Bunyi yang frekuensinya teratur disebut nada, sedangkan bunyi yang frekuensinya tidak teratur disebut desah. Bunyi yang dapat didengar manusia memiliki getaran 20 sampai 20.000 Hz.
· Bunyi yang jumlah getarannya antara 20 sampai 20.000 Hz disebut Audiosonik.
· Bunyi yang getarannya kurang dari 20 Hz disebut Infrasonik. Hewan yang dapat mendengar bunyi infrasonik, misalnya Jangkrik
· Bunyi yang getaran lebih dari 20.000 Hz disebut ultrasonik. Hewan yang dapat mendengar bunyi ultrasonik, antara lain lumba-lumba dan kelelawar.
3) Resonansi
Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena pengaruh getaran dari benda lain. Resonansi dapat terjadi jika frekuensi benda pertama (sumber getaran) dan benda kedua (sumber getaran lain) sama. Pemanfaatan resonansi dapat ditemukan pada beberapa alat music seperti gitar. Ketika senar gitar dipetik, getaran pada senar menyebabkan udara di dalam rongga gitar ikut bergetar dalam frekuensi yang sama sehingga menghasilkan bunyi yang kuat.
B.
BAHAN AJAR PENGAYAAN
1. Menentukan gagasan teks bacaan lisan
Bangsa Indonesia memiliki beragam suku dan budaya. Sebagai anak Indonesia yang rajin dan pintar, kita harus lebih mengenal keragaman bangsa kita. Kita dapat lebih mengenal keragaman Indonesia dengan menyimak penjelasan, cerita, atau berita dari media elektronik. Dari cerita dan informasi yang disimak, kita bisa menentukan gagasan pokok dan gagasan pendukungnya. Berikut cara menentukan gagasan pokok dan gagasan pendukung pada teks bacaan lisan.
a. Kita dengarkan dengan seksama setiap paragraf yang dibacakan.
b. Kita tuliskan setiap kalimat dari teks yang dibacakan.
c. Kita tentukan kalimat pokok paragraf.
d. Kita tentukan gagasan pokok paragraf dengan menjawab pertanyaan “apa yang sedang dibahas?”
e. Kita tentukan gagasan pendukung dari kalimat pendukung dalam setiap paragraf.
f. Kita ulangi langkah satu sampai dengan lima untuk setiap paragraf dalam teks.
2. Cara membuat ringkasan teks
a. Membaca teks
1) Membaca teks bacaan secara berulang, lebih dari satu kali hingga kamu paham.
2) Mengetahui kesan umum (inti) tulisan.
3) Mengetahui maksud dan sudut pandang penulis naskah asli.
b. Mencatat gagasan utama dan gagasan pendukung
1) Membaca teks bacaan bagian demi bagian sambil mencatat gagasan pokok
2) Menggunakan gagasan pokok yang digunakan untuk menyusun ringkasan.
c. Menggunakan kalimat baru
1) Menggunakan kesan umum (inti) untuk membuat ringkasan.
2) Menyesuaikan urutan isi dengan teks asli.
3) Menggunakan kalimat baru dalam ringkasan.
4) Menggambarkan tulisan asli dalam kalimat baru.
d. Ketentuan tambahan
1) Menyusun ringkasan dalam kalimat tunggal.
2) Meringkas kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata.
3. Pentingnya Persatuan dalam Keanekaragaman
Ambillah sapu lidi dan coba patahkan! Sulit bukan? Apabila kita mematahkan sebatang lidi sangat mudah. Lidi yang banyak dan disatukan sulit dipatahkan. Ini berarti bahwa persatuan dapat menambah atau meningkatkan kekuatan.
Warga masyarakat di lingkungan kita banyak dan beranekaragam. Agama, budaya maupun status sosial ekonominya bermacam-macam. Keanekaragaman ini tidak menghambat pergaulan. Mereka hidup berdampingan saling pengertian, saling membantu, saling menghormati dan selalu bekerja sama. Suasana seperti itu menciptakan kerukunan dan persatuan.
Hal ini nampak pada kebiasaan warga masyarakat seperti iuran membangun jalan kampung, menjenguk tetangga sakit, mengadakan peringatan hari besar nasional dan sebagainya. Persatuan sangat penting dalam hidup bermasyarakat yang beranekaragam. Arti pentingnya persatuan dalam keanekaragaman, di antaranya adalah:
a. pergaulan antarwarga masyarakat terjalin akrab,
b. setiap ada perselisihan segera dapat diatasi,
c. pekerjaan berat dapat diselesaikan dengan cepat,
d. kehidupan di masyarakat serasi, tenteram dan damai, serta
e. meningkatkan kekuatan dan ketahanan masyarakat.
C.
BAHAN AJAR KOKURIKULER
ü Carilah artikel tentang kesenian tongtek sebagai kebudayaan Indonesia
ü Kemudian baca dan temukan isi/maksud dari artikel tersebut dengan mencari gagasan pokok yang ada pada teks artikel
ü Pelajari cara membuat ansamble tongtek agar menghasilkan musik yang terdengar indah dan merdu
ü Buatlah kelompok dan berlatihlah menciptakan musik ansamble tongtek untuk ditampilkan dikelas
KISI-KISI MEDIA PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : SDN Purwoyoso 03
Kelas / semester : IV (empat) / 1 (satu)
Tema : 1. Indahnya Kebersamaan
Sub Tema : 1. Keberagaman Budaya Bangsaku
Pembelajaran : 1 (IPS)
Alokasi waktu : 1 Hari (6JP x 35 menit)
Mupel | Kompetensi dasar | Indikator | Materi | Tujuan Pembelajaran | Media |
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |
IPS
| 1.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. | 1.2.1 Mengidentifikasi keragaman budaya daerah di Indonesia.
1.2.2 Melengkapi keragaman budaya daerah di Indonesia dengan ciri khas daerah
1.2.3 Menyeleksi sikap menghargai dan tidak menghargai keragaman.
| 1. Keberagaman budaya daerah | 2. Setelah mengamati video tentang keragaman budaya daerah di Indonesia, siswa mampu mengidentifikasi keragaman budaya daerah di Indonesia dengan tepat.
3. Melalui membuat mind mapping keragaman budaya daerah nusantara, siswa dapat melengkapi keragaman budaya daerah di Indonesia dengan ciri khas daerah dengan tepat.
4. Setelah kegiatan menyebutkan keragaman budaya dan ciri khasnya, siswa dapat menyeleksi sikap menghargai dan tidak menghargai keragaman dengan benar.
| 2. Mind Mapping kebudayaan nusantara
|
4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang.
| 4.2.1 Mengomunikasikan keragaman budaya bangsa Indonesia secara lisan dan tulisan dengan sistematis. | 5. Melalui membuat mind mapping keragaman budaya daerah nusantara, siswa mampu mengomunikasikan keragaman budaya bangsa Indonesia secara lisan dan tulisan dengan sistematis. | |||
|
|
|
MEDIA PEMBELAJARAN
1.
Teks tentang keragaman budaya yang berjudul “Pawai Budaya”
Pawai Budaya
Pawai Budaya sangat menarik bagi warga Kampung Babakan. Pawai ini selalu menampilkan keragaman budaya Indonesia.Udin dan teman-teman tidak pernah bosan menanti rombongan pawai lewat. Tahun ini mereka datang ke alun-alun untuk melihat pawai tersebut. Kakek Udin pun terlihat sabar menanti. Terdengar suara gendang yang menandakan rombongan pawai semakin dekat.
Di barisan pawai terdepan terlihat rombongan dari Maluku. Rombongan laki-laki mengenakan kemeja putih, jas merah, dan topi tinggi dengan hiasan keemasan. Rombongan perempuan mengenakan baju Cele. Baju ini terdiri dari atasan putih berlengan panjang serta rok lebar merah. Langkahmereka diiringi oleh suara Tifa, alat musik dari Maluku. Bunyinya seperti gendang, namun bentuknya lebih ramping dan panjang. Budaya Maluku sangat unik dan menarik.
Budaya Bali terkenal karena bunyi musiknya yang berbeda. Rombongan dari Bali membunyikan alat musik daerahnya, Ceng-Ceng namanya. Alat ini berbentuk seperti dua keping simbal yang terbuat dari logam. Nyaring bunyinya ketika kedua keping ini dipadukan.
Rombongan dari Bali diikuti oleh rombongan dari Toraja. Wanita Toraja memakai pakaian adat yang disebut baju Pokko. Rombongan laki-laki menggunakan pakaian adat yang disebut Seppa Tallung Buku. Rombongan Toraja membunyikan alat musik khas mereka, Pa’pompang namanya. Alat musik ini berupa suling bambu besar yang bentuknya seperti angklung. Unik bentuknya, unik pula bunyinya. Budaya Toraja sangat menarik untuk dipelajari.
Udin dan teman-teman senang melihat pawai budaya. Selalu ada hal baru yang mereka perhatikan setiap tahun. Pakaian adat dari berbagai suku di Indonesia selalu menyenangkan untuk diamati. Benar kata Ibu Udin, kebudayaan Indonesia memang sangat beragam. Kaya dan mengagumkan.
2. Video tentang keragaman budaya daerah di Indonesia
3. Mind Mapping kebudayaan nusantara
4. Video salah satu alat musik tradisional nusantara
5. Gambar alat musik daerah
6. Video memainkan musik dengan benda disekitar

Lampiran 3 Lembar Kerja Peserta Didik
KISI-KISI LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Satuan Pendidikan : SDN Purwoyoso 03
Kelas / semester : IV (empat) / 1 (satu)
Tema : 1. Indahnya Kebersamaan
Sub Tema : 1. Keberagaman Budaya Bangsaku
Pembelajaran : 1 ( IPS)
Alokasi waktu : 1 Hari (6JP x 35 menit)
Mupel | Kompetensi dasar | Indikator | Materi | Tujuan Pembelajaran | Media | LKPD |
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 |
IPS
| 1.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. | 1.2.1 Mengidentifikasi keragaman budaya daerah di Indonesia.
1.2.2 Melengkapi keragaman budaya daerah di Indonesia dengan ciri khas daerah
1.2.3 Menyeleksi sikap menghargai dan tidak menghargai keragaman.
| 1. Keberagaman budaya daerah | 2. Setelah mengamati video tentang keragaman budaya daerah di Indonesia, siswa mampu mengidentifikasi keragaman budaya daerah di Indonesia dengan tepat.
3. Melalui membuat mind mapping keragaman budaya daerah nusantara, siswa dapat melengkapi keragaman budaya daerah di Indonesia dengan ciri khas daerah dengan tepat.
4. Setelah kegiatan menyebutkan keragaman budaya dan ciri khasnya, siswa dapat menyeleksi sikap menghargai dan tidak menghargai keragaman dengan benar.
| 2. Mind Mapping kebudayaan nusantara
| LKPD 2 Mengidentifikasi keragaman budaya bangsa |
4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang.
| 4.2.1 Mengomunikasikan keragaman budaya bangsa Indonesia secara lisan dan tulisan dengan sistematis. | 5. Melalui membuat mind mapping keragaman budaya daerah nusantara, siswa mampu mengomunikasikan keragaman budaya bangsa Indonesia secara lisan dan tulisan dengan sistematis. |
Petunjuk Mengerjakan
1. Tuliskan nama kelompokmu pada kolom diatas
2. Dengarkanlah penjelasan yang telah diberikan oleh gurumu
3. Bacalah teks “Pawai Budaya” terlebih dahulu
4. Cermati paragraf dan kalimat-kalimat yang menyusun paragraf
5. Diskusikan bersama teman satu kelompokmu
6. Temukanlah gagasan pokok dan gagasan pendukung yang terdapat paragraf tersebut
7. Tulislah jawabanmu pada peta pikiran yang ada dibawah ini.
8. Bacakan hasil pekerjaanmu di depan teman-temanmu.
Petunjuk Mengerjakan
1. Pelajari kembali cara membuat peta pikiran yang baik dan benar
2. Dengarkanlah penjelasan yang telah diberikan oleh gurumu
3. Diskusikan bersama teman satu kelompokmu
4. Temukanlah keberagaman budaya yang ada pada suku yang kamu dapatkan
· lagu daerah
· tarian
· pakaian adat
· rumah adat, dll
5. Buatlah peta pikiranmu semenarik mungkin pada lembar yang disediakan
6. Tampilkan hasil pekerjaanmu di depan teman-temanmu.

Petunjuk Kegiatan
1. Tuliskan nama kelompokmu pada kolom diatas
2. Dengarkanlah penjelasan yang telah diberikan oleh gurumu
3. Amatilah benda-benda yang ada di sekitarmu
4. Ambillah lima benda yang kamu anggap sebagai sumber bunyi
5. Pastikan bahwa benda yang kamu temukan berbeda cara membunyikannya (ditiup, digesek, dipetik, dipukul dan ditekan)
6. Tulislah jawabanmu pada tabel yang ada dibawah ini.
7. Bacakan hasil pekerjaanmu di depan teman-temanmu.
Lampiran 4 Kisi-kisi Instrumen dan Pedoman Penilaian
KISI-KISI INSTRUMEN PENILAIAN
Satuan Pendidikan : SDN Purwoyoso 03
Kelas / semester : IV (empat) / 1 (satu)
Tema : 1. Indahnya Kebersamaan
Sub Tema : 1. Keberagaman Budaya Bangsaku
Pembelajaran : 1 (IPS)
Mupel | Kompetensi dasar | Indikator | No. TP | Ranah | Penilaian | No. Soal | ||||
Level 1 | Level 2 | Level 3 | Teknik | Jenis | Bentuk | |||||
(1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) |
IPS
| 3.1 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. | 3.1.1 Mengidentifikasi keragaman budaya daerah di Indonesia. | 4 | C1 |
|
| Tes | Tes Tulis | Pilihan Ganda | 7, 8 |
3.1.2 Melengkapi keragaman budaya daerah di Indonesia dengan ciri khas daerah | 5 |
| C3 |
|
|
|
| 9, 10, 11, 12 | ||
3.1.3 Menyeleksi sikap menghargai dan tidak menghargai keragaman. | 6 |
| C4 |
| Tes | Tes Tulis | Pilihan Ganda | 13 | ||
4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang.
| 4.2.1 Mengomunikasikan keragaman budaya bangsa Indonesia secara lisan dan tulisan dengan sistematis. | 7 |
| P3 |
| Non Tes | Unjuk Kerja | Rating Scale | LKPD 2 | |
4.6 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifat- sifat bunyi. | 4.6.1 Melakukan percobaan tentang cara menghasilkan bunyi dari beragam benda di sekitar dengan sistematis. | 11 |
|
| P4 | Non Tes | Unjuk Kerja | Rating Scale | LKPD 3 | |
INSTRUMEN PENILAIAN
Ranah Pengetahuan
Satuan Pendidikan : SDN Purwoyoso 03
Kelas / semester : IV (empat) / 1 (satu)
Tema : 1. Indahnya Kebersamaan
Sub Tema : 1. Keberagaman Budaya Bangsaku
Pembelajaran : 1 ( IPS)
KISI-KISI SOAL EVALUASI RANAH PENGETAHUAN
No | Mupel | Kompetensi dasar | Indikator | Indikator Soal | Bentuk Soal | Bobot | No. Soal |
(1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) |
2. | IPS
| 3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. | 3.2.1 Mengidentifikasi keragaman budaya daerah di Indonesia. | Disajikan salah satu nama suku, siswa dapat mengidentifikasi keragaman daerah Indonesia | Pilihan ganda | 1 | 7 |
Disajikan salah satu nama suku, siswa dapat mengidentifikasi keragaman daerah Indonesia | Pilihan ganda | 1 | 8 | ||||
3.2.2 Melengkapi keragaman budaya daerah di Indonesia dengan ciri khas daerah | Disajikan nama alat musik, siswa mampu menyebutkan ciri khas budaya daerah | Pilihan ganda | 1 | 9 | |||
Disajikan gambar rumah adat, siswa mampu menyebutkan ciri khas budaya daerah | Pilihan ganda | 1 | 10 |
Berilah tanda silang (X) pada alternatif jawaban a, b, c, atau d yang kamu anggap paling benar!
1. Kalimat utama adalah kalimat yang memuat ....
a. ide penjelas
b. tokoh utama
c. inti paragraf
d. gagasan pendukung
2. Kalimat utama disebut juga dengan kalimat ....
a. Penjelas
b. Inti
c. Pertama
d. Tambahan
Teks bacaan berikut digunakan untuk menjawab 3 soal di bawahnya.
Sekaten
Setiap memasuki bulan Maulud, di Jawa diadakan acara Sekaten. Acara tersebut merupakan cara masyarakat Jawa di Surakarta dan Yogyakarta dalam rangka merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pada acara Sekaten digelar berbagai dagangan dan hasil industri. Selain itu, ada juga gelar seni tradisi dan religi serta pameran budaya dan museum.
Sebagai penanda dimulainya Sekaten, ditabuh gamelan Kiai Guntur Madu dan Guntur Sari. Masyarakat Surakarta sangat antusias menyaksikan acara Sekaten. Pelaksanaan Sekaten sangat meriah karena banyak warga masyarakat yang turut serta dalam acara tersebut.
3. Kalimat utama paragraf pertama adalah ...
a. Setiap memasuki bulan Maulud, di Jawa diadakan acara Sekaten.
b. Acara tersebut merupakan cara masyarakat Jawa di Surakarta dan Yogyakarta dalam rangka merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
c. Sekaten diadakan di Yogyakarta dan Surakarta.
d. Selain itu, ada juga gelar seni tradisi dan religi serta pameran budaya dan museum.
4. Gagasan pokok paragraf pertama pada teks bacaan adalah ....
a. pagelaran seni tradisi dan religi serta pameran budaya dan museum
b. pada bulan Maulud diadakan Sekaten
c. Sekaten diadakan di Surakarta dan Yogyakarta
d. masyarakat di Jawa sangat antusias menyambut Sekaten
5. Kalimat utama paragraf kedua pada teks bacaan adalah ...
a. Pelaksanaan Sekaten sangat meriah karena banyak warga masyarakat yang turut serta dalam acara tersebut.
b. Acara tersebut merupakan cara masyarakat Jawa di Surakarta dan Yogyakarta dalam rangka merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw.
c. Masyarakat Surakarta sangat antusias menyaksikan acara Sekaten.
d. Sebagai penanda dimulainya Sekaten, ditabuh gamelan Kiai Guntur Madu dan Guntur Sari.
6. Gagasan pokok sebuah bacaan terdapat dalam setiap ....
a. Kalimat
b. Paragraph
c. Halaman
d. lembar
7. Suku Batak berasal dari Provinsi ....
a. Aceh
b. Sumatera Utara
c. Sumatera Barat
d. Sumatera Selatan
8. Suku yang berasal dari pulau jawa adalah ….
a. Suku Samin
b. Suku Batak
c. Suku Bugis
d. Suku Dayak
9. Angklung merupakan alat musik yang berasal dari Provinsi ....
a. Banten
b. Jawa Barat
c. Jawa Tengah
d. Jawa Timur
10. Perhatikan gambar berikut!
Gambar tersebut adalah rumah adat dari Provinsi ....
a. Sumatera Utara
b. Sumatera Barat
c. Sulawesi Selatan
d. Maluku
11. Lagu daerah yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah ....
a. Bubuy Bulan
b. Jali-Jali
c. Ampar-Ampar Pisang
d. Anak Kambing Saya
12. Tarian yang dilakukan secara berkelompok sambil bernyanyi dengan posisi duduk berlutut dan berbanjar tanpa menggunakan alat musik pengiring berasal dari Provinsi ....
a. Aceh
b. Sumatera Barat
c. Lampung
d. Jawa Tengah
13. Yang bukan merupakan sikap menghargai kebudayaan lain adalah…
a. Mempelajari budaya daerah lain
b. Bermain bersama dengan teman yang berlainan suku bangsa
c. Menganggap semua suku baik
d. Bekerjasama hanya dengan teman yang satu suku bangsa
14. Bunyi dapat kita dengar karena bunyi ... melalui media.
a. mengalir
b. bergetar
c. merambat
d. berpindah
15. Kita dapat berbicara, menyanyi, dan berteriak. Kita dapat menghasilkan bunyi karena memiliki sumber bunyi berupa ....
a. Tenggorokan
b. pita suara
c. jantung
d. paru-paru
16. Alat musik kecapi dimainkan dengan cara ....
a. Dipukul
b. Dipetik
c. Ditiup
d. Digoyangkan
17. Eko dan Ale bermain telepon-teleponan menggunakan gelas plastik yang dihubungkan dengan benang. Eko dapat mendengar suara Ale, begitu juga sebaliknya. Hal ini menunjukkan bahwa bunyi merambat melalui media ....
a. Cair
b. Gas
c. Uap
d. padat
18. Faktor yang mempengaruhi perbedaan tinggi rendahnya bunyi yang dihasilkan oleh benda adalah ....
a. Frekuensi
b. Tegangan
c. Volume
d. massa
19. Kuat dan lemah bunyi dipengaruhi oleh ....
a. frekuensi
b. resonansi
c. amplitudo
d. massa
20. Banyaknya getaran tiap detik pada suatu sumber bunyi mempengaruhi ... bunyi.
a. kuat dan lemah
b. tinggi dan rendah
c. keras dan lemah
d. keras dan pelan
KUNCI JAWABAN
C
B
A
B
D
B
B
A
B
B
D
A
D
C
B
B
D
A
C
B
PEDOMAN PENSKORAN
Soal pilihan ganda No.1 sampai dengan No.20
Setiap jawaban benar mendapat skor 1
Skor maksimal : 20
Tabel Konversi Skor dan Predikat Hasil Belajar


Berilah tanda silang (X) pada alternatif jawaban a, b, atau c yang kamu anggap paling benar!
1. Kalimat utama adalah kalimat yang memuat ....
a. ide penjelas
b. tokoh utama
c. inti paragraf
d. gagasan pendukung
Teks bacaan berikut digunakan untuk menjawab 3 soal di bawahnya.
Indonesia memiliki banyak kekayaan, salah satunya adalah makanan khas. Misalnya, daerah Bali terkenal dengan ayam betutu, Nusa Tenggara Barat terkenal dengan ayam taliwang, Jawa Timur terkenal dengan rujak cingur, dan masih banyak lagi makanan khas dari setiap daerah. Makanan-makanan ini tentu memiliki ciri khas tersendiri bagi daerah masing-masing. Oleh sebab itu, sebagai salah satu kekayaan Indonesia, makanan khas daerah harus dijaga keberadaannya.
2. Kalimat pokok paragraf tersebut terletak di ... paragraf.
awal
akhir
tengah
awal dan akhir
3. Gagasan pokok paragraf di atas adalah ....
makanan khas daerah Bali adalah ayam betutu
makanan khas daerah merupakan salah satu kekayaan Indonesia yang harus dijaga keberadaannya
makanan khas daerah Jawa Timur dan Bali berbeda
makanan khas daerah memiliki ciri khas tersendiri
4. Gagasan pokok paragraf merupakan jawaban dari pertanyaan ...
a. Apa yang sedang dibahas?
b. Apa amanat paragraf dalam teks?
c. Apa judul yang tepat untuk teks?
d. Apa ringkasan teks tersebut?
5. Perhatikan gambar berikut!
Gambar tersebut adalah rumah adat dari Provinsi ....
a. Sumatera Utara
b. Sumatera Barat
c. Sulawesi Selatan
d. Maluku
6. Lagu daerah yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah ....
a. Bubuy Bulan
b. Jali-Jali
c. Ampar-Ampar Pisang
d. Anak Kambing Saya
7. Yang bukan merupakan sikap menghargai kebudayaan lain adalah…
a. Mempelajari budaya daerah lain
b. Bermain bersama dengan teman yang berlainan suku bangsa
c. Menganggap semua suku baik
d. Bekerjasama hanya dengan teman yang satu suku bangsa
8. Bunyi dapat kita dengar karena bunyi ... melalui media.
a. mengalir
b. bergetar
c. merambat
d. berpindah
9. Kuat dan lemah bunyi dipengaruhi oleh ....
a. frekuensi
b. resonansi
c. amplitudo
d. massa
10. Banyaknya getaran tiap detik pada suatu sumber bunyi mempengaruhi ... bunyi.
a. kuat dan lemah
b. tinggi dan rendah
c. keras dan lemah
keras dan pelan
KUNCI JAWABAN
C
D
B
A
B
D
D
B
A
A
PEDOMAN PENSKORAN
Soal pilihan ganda No.1 sampai dengan No.10
Setiap jawaban benar mendapat skor 1
Skor maksimal : 10
Tabel Konversi Skor dan Predikat Hasil Belajar


Isilah pertanyaan dibawah ini dengan jawaban yang benar!
Bacalah teks berikut untuk menjawab pertanyaan 1 -3
Belajar kelompok merupakan salah satu cara belajar yang sangat bagus. Belajar kelompok efektif diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dan di rumah. Belajar kelompok memiliki banyak manfaat. Belajar kelompok dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi bagi siswa. Belajar kelompok juga menumbuhkan rasa sosial di antara siswa.
Kalimat utama paragraf tersebut adalah ...
Gagasan utama dari paragraph tersebut adalah ….
Gagasan pendukung dari paragraph diatas adalah ….
Sebutkan 4 macam kebudayaan khas dari jawa tengah.
RAMBU-RAMBU JAWABAN
Belajar kelompok merupakan salah satu cara belajar yang sangat bagus
Belajar kelompok adalah cara paling efektif untuk belajar
Belajar kelompok dapat dilakukan di sekolah dan di rumah.
Belajar kelompok memiliki banyak manfaat.
Belajar kelompok dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi
Belajar kelompok menumbuhkan rasa sosial di antara siswa.
Beskap
Blangkon
Wingko
Gundhul pacul
PEDOMAN PENSKORAN
Soal isian No.1 sampai dengan No.4
Setiap jawaban benar mendapat skor 4
Skor maksimal : 16
Tabel Konversi Skor dan Predikat Hasil Belajar
Ranah Ketrampilan (Psikomotor)
Satuan Pendidikan : SDN Purwoyoso 03
Kelas / semester : IV (empat) / 1 (satu)
Tema : 1. Indahnya Kebersamaan
Sub Tema : 1. Keberagaman Budaya Bangsaku
Pembelajaran : 1 (IPS)
1. IPS
LEMBAR PENGAMATAN
PENILAIAN KETERAMPILAN
Mengidentifikasi keragaman budaya bangsa
No. | Nama Siswa | Kriteria | Jumlah Skor | Nilai | Deskripsi | |||||||
Informasi tentang keragaman budaya, etnis, dan agama. | Komunikasi lisan tentang keragaman budaya, etnis, dan agama | |||||||||||
BS | B | C | PB | BS | B | C | PB | |||||
4 | 3 | 2 | 1 |
|
|
|
| |||||
1 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
BS | : | baik sekali |
B | : | Baik |
C | : | Cukup |
PB | : | perlu bimbingan |
Pedoman Penilaian:
Skor maksimum = 4 x 1 = 4
Skor minimum = 1 x 1 = 1
Nilai = 
x 4
Tabel Konversi Skor dan Predikat Hasil Belajar Ranah Keterampilan
Skor | Predikat |
3,85 – 4,00 | A |
3,51 – 3,84 | A- |
3,18 – 3,50 | B+ |
2,85 – 3,17 | B |
2,51 – 2,84 | B- |
2,18 – 2,50 | C+ |
1,85 – 2,17 | C |
1,51 – 1,84 | C- |
1,18 – 1,50 | D+ |
1,00 – 1,17 | D |
(Sumber: Permendikbud No.104 th.2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik)
RUBRIK PENILAIAN
Kriteria | Kriteria | |||
4 Baik Sekali | 3 Baik | 2 Cukup | 1 Perlu Bimbingan | |
Informasi tentang keragaman budaya, etnis, dan agama. | Menuliskan informasi tentang keragaman budaya, etnis, dan agama menggunakan mind mapping. | Menuliskan sebagian besar informasi tentang keragaman budaya, etnis, dan agama menggunakan mind mapping cukup lengkap | Menuliskan sebagian kecil informasi tentang keragaman budaya, etnis, dan agama menggunakan mind mapping kurang lengkap | Belum dapat menuliskan informasi tentang keragaman budaya, etnis, dan menggunakan mind mapping |
Komunikasi lisan tentang keragaman budaya, etnis, dan agama | Mengomunikasi-kan secara lisan tentang keragaman budaya, etnis, dan agama menggunakan mind mapping secara lengkap | Mengomunika-sikan secara lisan sebagian besar keragaman budaya, etnis, dan agama menggunakan mind mapping cukup sistematis | Mengomunika-sikan secara lisan sebagian kecil keragaman budaya, etnis, dan agama menggunakan mind mapping kurang sistematis | Belum dapat Mengomuni- kasikan secara lisan tentang keragaman budaya, etnis,dan agama menggunakan mind mapping |
DAFTAR PUSTAKA
Anggari, Angi St, dkk. 2017. “Indahnya Kebersamaan: buku guru / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. - Edisi Revisi”. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Anggari, Angi St, dkk. 2017. “Indahnya Kebersamaan: buku siswa / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. - Edisi Revisi”. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Budi Santoso, Gunawan. 2009. Terampil Berbahasa Indonesia 2. Klaten: PT Intan Pariwara.
Marsudi, Demas. 2009. Bahasa dan Sastra Indonesia 3. Solo: CV. HaKa MJ.
Permendikbud No. 103 tahun 2014
Lampiran ke-2 Permendikbud No. 57 tahun 2014




Komentar
Posting Komentar