Laporan Cara Membuat Magnet

Laporan Praktikum IPA
“ Cara Membuat Magnet ’’
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Konsep Dasar IPA Lanjut
Dosen Pengampu: Desi Wulandari S.Pd M.Pd
Disusun Oleh:
Kelompok 6
Rahma Fahrina P. (1401418166)
Dina Sri P. (1401418172)
Yusrotul Rosa Delima (1401418177)
Zahnara Fiky P (1401418187)
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Semarang
Tahun Pelajaran 2018/2019
I. Tujuan
Tujuan praktikum ini untuk mengetahui mengenai cara membuat magnet.
II. Landasan teori
Medan magnet adalah ruang di sekitar magnet yang masih memiliki pengaruh gaya tarik atau gaya tolak magnet, sehingga gaya tarik magnet yang paling kuat berada pada ujung-ujungnya dan ujung magnet itu disebut kutub magnet. Elektromagnet adalah kumparan berarus listrik yang di dalamnya terdapat inti besi,sehingga kekuatan elektromagnet tergantung pada kuat arus, jumlah lilitan, dan inti besi. ( Sukis Wariyono : 2008 )
Arus listrik yang mengalir pada kawat akan menghasilkan medan magnet di sekitar kawat itu dan arah medan magnet bergantung pada arah arus. Elektromagnet adalah kumparan kawat dengan inti bahan magnetic, sehingga jika elektromagnet dialiri arus maka elektromagnet itu berlaku seperti magnet batang, kutub utara dan selatan magnet terletak pada ujung-ujungnya bahkan jika arus diputus, maka elektromagnet tidak lagi bersifat magnet. ( Elok Sudibyo: 2008)
Magnet adalah benda yang dapat menarik suatu benda tertentu misalnya besi atau baja yang ada di dekatnya dan setiap magnet terdiri atas dua bagian yang mempunyai daya tariknya terbesar. Medan magnet adalah suatu daerah di sekitar magnet dimana masih ada pengaruh gaya magnet dan benda magnetik yaitu benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet sedangkan benda non magnetik yaitu benda-benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet. ( Dewi Gunawati : 2008)
Benda yang dapat ditarik magnet ada yang dapat ditarik kuat, dan ada yang ditarik secara lemah, oleh karenanya benda dikelompokkan menjadi tiga yaitu benda feromagnetik, benda paramagnetik, dan benda diamagnetik. Benda feromagnetik adalah benda yang ditarik kuat oleh magnet, contohnya besi, baja, nikel, dan kobalt. Benda paramagnetik adalah benda yang ditarik lemah oleh magnet, contohnya platina maupun tembaga dan garam. Benda diamagnetik adalah yang ditolak oleh magnet dengan lemah, contohnya timah maupun aluminium dan emas.
Benda-benda magnetik yang bukan magnet dapat dijadikan magnet. Benda itu ada yang mudah dan ada yang sulit dijadikan magnet, seperti baja sulit untuk dibuat magnet, tetapi setelah menjadi magnet sifat kemagnetannya tidak mudah hilang sehingga baja digunakan untuk membuat magnet tetap (magnet permanen). Besi mudah untuk dibuat magnet, tetapi jika setelah menjadi magnet sifat kemagnetannya mudah hilang, oleh karenanya besi digunakan untuk membuat magnet sementara (magnet remanen). Benda magnetik pada dasarnya terdiri magnet-magnet kecil yang disebut magnet elementer dan benda yang bukan magnet arah magnet elementernya tidak beraturan, adapun benda magnet arah magnet elementernya teratur dan oleh sebab itu prinsip membuat magnet adalah mengubah susunan magnet elementeryang tidak beraturan menjadi searah dan teratur, sehingga ada pun tiga cara membuat magnet, yaitu menggosok, induksi, dan arus listrik.
1. Membuat Magnet dengan Cara Menggosok
Besi yang semula tidak bersifat magnet, dapat dijadikan magnet dengan caranya besi digosok dengan salah satu ujung magnet tetap. Arah gosokan dibuat searah agar magnet elementer yang terdapat pada besi letaknya menjadi teratur dan mengarah ke satu arah dan apabila magnet elementer besi telah teratur maupun mengarah ke satu arah, dikatakan besi dan baja telah menjadi magnet. Ujung besi yang digosok akan terbentuk kutub-kutub magnet. Kutub-kutub yang terbentuk tergantung pada kutub magnet yang digunakan untuk menggosok, sehingga pada ujung terakhir besi yang digosok akan mempunyai kutub yang berlawanan dengan kutub ujung magnet penggosoknya.
2. Membuat Magnet dengan Cara Induksi
Besi dan baja dapat dijadikan magnet dengan cara induksi magnet. Besi dan baja diletakkan di dekat magnet tetap. Magnet elementer yang terdapat pada besi dan baja akan terpengaruh atau terinduksi magnet tetap yang menyebabkan letaknya teratur dan mengarah ke satu arah. Besi atau baja akan menjadi magnet sehingga dapat menarik serbuk besi yang berada di dekatnya. Ujung besi yang berdekatan dengan kutub magnet batang, akan terbentuk kutub yang selalu berlawanan dengan kutub magnet penginduksi, sehingga apabila kutub utara magnet batang berdekatan dengan ujung A besi maka ujung A besi menjadi kutub selatan dan ujung B besi menjadi kutub utara atau sebaliknya.
3. Membuat Magnet dengan Cara Arus Listrik
Besi dan baja dapat dijadikan magnet dengan arus listrik. Besi dan baja dililiti kawat yang dihubungkan dengan baterai. Magnet elementer yang terdapat pada besi dan baja akan terpengaruh aliran arus searah (DC) yang dihasilkan baterai, sehingga hal ini menyebabkan magnet elementer letaknya teratur dan mengarah ke satu arah. Besi atau baja akan menjadi magnet dan dapat menarik serbuk besi yang berada di dekatnya. Magnet yang demikian disebut magnet listrik atau elektromagnet. Besi yang berujung A dan B dililiti kawat berarus listrik. Kutub magnet yang terbentuk bergantung pada arah arus ujung kumparan, namun jika arah arus berlawanan jarum jam maka ujung besi tersebut menjadi kutub utara tetapi sebaliknya, jika arah arus searah putaran jarum jam maka ujung besi tersebut terbentuk kutub selatan.
Menghilangkan Sifat Magnet
Sifat kemagnetan sebuah magnet dapat tahan lama, maka dalam menyimpan magnet diperlukan angker (sepotong besi) yang dipasang pada kutub magnet. Pemasangan angker bertujuan untuk mengarahkan magnet elementer hingga membentuk rantai tertutup dan untuk menyimpan dua buah magnet batang diperlukan dua angker yang dihubungkan dengan dua kutub magnet yang berlawanan namun jika berupa magnet U untuk menyimpan diperlukan satu angker yang dihubungkan pada kedua kutubnya, dari hal itulah sebuah magnet akan hilang sifat kemagnetannya jika magnet dipanaskan, dipukul-pukul, dan dialiri arus listrik bolak-balik.
Magnet yang mengalami pemanasan dan pemukulan akan menyebabkan perubahan susunan magnet elementernya yang akibat pemanasan dan pemukulan magnet elementer menjadi tidak teratur dan tidak searah. Penggunaan arus AC menyebabkan arah arus listrik yang selalu berubah-ubah, sehingga perubahan arah arus listrik memengaruhi letak dan arah magnet elementer namun apabila letak dan arah magnet elementer berubah, sifat kemagnetannya hilang.
III. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
- Magnet batangan
- Kumparan
- Baterai besar 1
- Paku besar
- Paku kecil
- Jarum pentul
- Jarum jahit
- Klip kertas
- 5 barang dari tempat pensil
IV. Cara Kerja
Cara Membuat Magnet :
Menggosok :
1. Menyiapkan barang yang akan digunakan untuk membuat magnet.
2. Menggosokkan paku besar ke magnet dengan arah yang sama tidak bolak balik atau digosokkan sejajar dengan magnet dengan waktu 1 menit.
3. Mengarahkan paku yang telah digosok tadi ke paku kecil-kecil dan menghitung berapa paku yang akan menempel.
4. Membiarkan paku tadi menempel sampai 3 menit.
Induksi :
1. Menyiapkan barang yang akan digunakan untuk membuat magnet.
2. Menempelkan paku besar pada pangkal paku besar dan ujung paku besar diarahkan pada paku kecil. Kegiatan ini dibiarkan selama 1 menit.
3. Setelah satu menit paku besar dilepas dar magnet dan di diamkan selama 3 menit.
Elektromagnetik
1. Menyiapkan barang yang akan digunakan untuk membuat magnet.
2. Melilitkan kumparan ke paku besar sebanyak 5 dan 10 lilitan.
3. Ujung kumparan di tempelkan ke baterai dan ujung paku diarahkan ke paku kecil. Kegiatan ini dilakukan selama satu menit.
4. Setelah satu menit di lepas dari baterai dan dibiarkan selama 3 menit.
5. Kegiatan 3 dan 4 diulang lagi pada 10 lilitan.
Cara Mengecek benda yang dapat ditarik magnet :
1. Menyiapkan semua barang yang akan digunakan diatas meja.
2. Meletakkan magnet dan penggaris berjajar. Magnet diletakkan pada angka nol penggaris.
3. Meletakkan barang yang akan di cek. Periksa berapa panjang daya tari benda itu terhadap magnet.
4. Mengulangi kegiatan tersebut sampai 10 barang yang telah disiapkan.
V. Hasil pengamatan
Table : pembuatan magnet
No. | Cara Membuat | Jml. paku | Waktu (menit) | Ket. | |
sebelum | sesudah | ||||
1 | Menggosok | 4 | 1 | 3 | Daya tari kuat |
2 | Induksi | 1 | 1 | 3 | Daya tari kuat hanya dapat menarik satu paku |
3 | Elektromagnetik | 1 | 1 | 3 | - Pada 5 lilitan daya Tarik pada paku kuat - Pada 10 lilitan daya Tarik pada paku lemah |
Table : Daya Tarik magnet
No. | Nama Benda | Didekatkan dengan magnet | Ket | |
Mampu | Tdk mampu | |||
1 | Paku besar |
| √ | 1 cm |
2 | Paku kecil |
| √ | 2,5 cm |
4 | Jarum jahit |
| √ | 2,5 cm |
5 | Jarum pentul |
| √ | 2 cm |
6 | Klip |
| √ | 2 cm |
7 | Spidol | √ |
|
|
8 | Cicin | √ |
|
|
9 | Bolpoin | √ |
|
|
10 | Correction pen | √ |
|
|
VI. Pembahasan
Dari praktikum yang telah kami lakukan dalam pembuatan magnet dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu menggosok, induksi, dan elektromagnetik. Benda yang sering dibuat sebagai magnet adalah besi daripada baja. Karena besi lebih mudah dibuat menjadi magnet daripada baja tapi kelemahannya sifat magnet pada besi juga cepat hilang.
Pada saat menggosok dalam kegiatan praktikum, kami menggosoknya secara searah dengan magnet. Menggosok paku pada magnet selama 1 menit. Setelah selesai di gosok taku diarahkan ke paku kecil kecil yang telah disiapkan untuk melihat apakah kegiatan tadi berhasil atau tidak. Dan melihat berapa paku yang dapat ditarik paku tadi. Paku yang dapat ditarik ada empat buah setelah itu dibiarkan tiga menit (itu untuk mengetahui seberapa kuat magnet yang dihasilkan).
Pada proses induksi, paku diletakkan pada ujung magnet dan paku kecil diletakkan pada ujung paku. Kegiatan itu dilakukan selama 1 menit untuk membuat magnet pada paku besar. Setelah sekitar 1 menit tadi paku dilepas dari magnet untuk mengetahui bertahan berapa lama paku tersebut menahan paku kecil dilakukan selama 3 menit.
Pada elektromagnetik juga sama dengan proses menggosok dan induksi hanya bedanya menggunakan kumparan dan baterai. Kumparan tersebut dililitkanpada paku sampai 5 lilitan dan 10 lilitan, ujung kumparan diletakkan pada kutub baterai dan ujung paku diletakkan pada paku kecil. Dilakukan dengan waktu 1 menit untuk membuat magnet. Setelah 1 menit, kumparan dilepaskan dari baterai dan dibiarkan selama 3 menit. Kegiatan itu di ulang pada 10 lilitan. Perbedaan 5 dan 10 lilitan itu, pada 5 lilitan lebih mudah menarik paku dari pada 10 paku.
Kegiatan selanjutnya setelah membuat magnet mengecek benda disekitar yang dapat ditari menggunakan magnet dan berapa jaraknya. Karena magnet dibedakan menjadi 3 yaitu feromagnetik, paramagnetic, dan diamagnetik. Ada 10 benda yang dilihat daya tariknya. Pada umumnya besi dapat ditarik magnetic dengan kuat. Pada praktikum yang kami lakukan ada 6 benda yang dapat ditarik dengan magnet kuat (feromagnetik). Ada juga yang bersifat diamagnetic ada sekitar 4 benda.
Lampiran

Jarum pentul

Paku kecil

Paku besar

paku

Jarum jahit

Klip kertas

Induksi

Elektromagnetik
Komentar
Posting Komentar